Minggu, 19 Februari 2017

[11] MPPL & KAK



Manajemen proyek perangkat lunak ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia, masalah dan proses. Dalam pekerjaan perangkat lunak faktor manusia sangat berperan penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan dalam model kematangan kemampuan manajemen manusia (a people management capability maturity model/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.


Ruang Lingkup Perangkat Lunak

Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah penentuan ruang lingkup perangkat lunak yang terdiri dari:

-Fungsi
Untuk memberikan awalan yang lebih detail pada saat dimulai estimasi.

-Kinerja
Melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon.

-Batasan
Mengidentifikasi batas yang ditempatkan pada perangkat lunak oleh hardware eksternal, memori dan system lain.

-Interface
Konsep sebuah Interface diinterpretasikan untuk menentukan:

-Hardware yang mengeksekusi perangkat lunak dan device yang dikontrol secara langsung oleh perangkat lunak.

-Software yang sudah ada dan harus dihubungkan dengan perangkat lunak baru.

-Manusia yang menggunakan perangkat lunak melalui perangkat I/O

-Prosedur

-Realibilitas (Keandalan)

Untuk mengerti Ruang Lingkup tersebut, maka perekayasa perangkat lunak harus:
-Mengerti kebutuhan pelanggan
-Mengerti konteks bisnis
-Mengerti batasan-batasan proyek
-Mengerti motivasi pelanggan
-Mengerti alur kearah perubahan

Teknik yang banyak dipakai secara umum untuk menjembatani jurang komunikasi antara pelanggan dan pengembang serta untuk memulai proses komunikasi adalah dengan melakukan pertemuan atau wawancara pendahuluan.

Gause & Weinberg mengusulkan bahwa analisis harus memulainya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan bebas konteks, yaitu serangkaian pertanyaan yang akan membawa kepada pemahaman yang mendasar terhadap masalah, orang yang menginginkan suatu solusi, sifat solusi yang diharapkan, dan efektivitas pertemuan itu sendiri.




KERANGKA ACUAN KERJA SIPPD


KERANGKA ACUAN KERJA
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
BAPPEDA KOTA SINGKAWANG

I.      Latar Belakang
Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang demikian pesat merupakan peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi secara cepat dan akurat sesuai dengan skala prioritas kebutuhan pembangunan suatu daerah. Kondisi ini juga sangat bermanfaat dalam pencapaian efisiensi dan efektifitas kinerja aparatur penyelenggara pemerintahan serta merupakan fasilitas tersendiri bagi pemerintah dalam berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) yang pada akhirnya akan memicu transformasi paradigma penyelenggaraan pemerintahan daerah pada berbagai tingkatanpengambilan kebijakan.
Selanjutnya, Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah.  Agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan tersebut benar-benar memiliki manfaat dan dampak jangka panjang bagi masyarakat luas, pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan itu sendiri memerlukan suatu upaya keberlanjutan dan kesinambungan.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia, dan  menetapkan bahwa Sistem Perencanaan Pembangunan memiliki tujuan :
1.      Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan;
2.      Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antarruang, antarwaktu, antar fungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah;
3.      Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan;
4.      Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan
5.      Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Sesuai dengan amanat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Dalam Pasal 30 ayat 1, tertuang amanat “Dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan data dan informasi secara optimal, daerah perlu membangun sistem informasi perencanaan pembangunan daerah” hal ini menjadi konsekuensi logis untuk pengembangan Suatu Sistem Informasi dalam ranah Perencanaan Pembangunan Daerah.
Pemerintah Kota Singkawang khususnya BAPPEDA Kota Singkawang juga tidak terlepas dari konsekuensi tersebut dan mulai mengembangkan Suatu Sistem  dikarenakan penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana tugas pokok dan fungsi BAPPEDA yang meliputi koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap capaian target kinerja setiap produk maupun dokumen perencanaan belumlah secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sesuai dan aplikatif.
Sehingga, untuk membantu tercapainya efektifitas dan efisiensi sistem perencanaan pembangunan yang terarah, terpadu, sinergis, tepat waktu dan berkelanjutan maka dibutuhkan suatu aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat guna dalam bentuk perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). BAPPEDA Kota Singkawang pada Tahun 2010 telah mengembangkan sebuah Software yang disebut SIPPD (Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah) dengan dilengkapi Server sebagai Hardware pendukung. Dengan demikian, Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) Implementasi Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah ini dibuat dengan maksud memberikan petunjuk bagi User baik itu Admin dan Operator dalam mengimplementasikan SIPPD dalam menunjang Tugas Pokok dan Fungsi BAPPEDA dengan memanfaatkan Teknologi Informasi secara sistematis dan aplikatif.

II.       MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN SERTA MANFAAT
MAKSUD
Pemanfaatan Teknologi Informasi secara sistematis dan aplikatif dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

TUJUAN
1.      Menyediakan alat bantu penyusunan Musrenbang Kecamatan, Renja SKPD pada masing - masing SKPD.
2.      Menyediakan alat bantu penyusunan Renja SKPD, RKPD dan KUA-PPA di BAPPEDA yang merupakan kumpulan Renja SKPD pada masing - masing SKPD.
3.      Mempermudah penyusunan Musrenbang Kecamatan Renja SKPD, RKPD dan KUA-PPA.
4.      Menciptakan sistem perencanaan yang efektif dan efisien

SASARAN
Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dengan diterapkannya aplikasi ini adalah tercapainya efisiensi dan efektifitas sistem serta proses perencanaan pembangunan Kota Singkawang melalui ketersediaan pemutkahiran dan tingkat aksesibilitas data yang akuntabel terhadap berbagai produk perencanaan yang terarah, terpadu, sinergis, tepat waktu dan berkelanjutan.

MANFAAT
Manfaat dari Implementasi SIPPD antara lain :
1.      Mempercepat proses pengisian Musrenbang Kecamatan, Renja SKPD, RKPD dan KUA-PPA,
2.      Meminimalkan terjadinya kesalahan pengisian kode program dan kegiatan karena aplikasi akan secara otomatis memberikan kode urusan yang sesuai.
3.      Mempercepat pekerjaan pembuatan rekap kegiatan, sebab semua laporan rekap tidak perlu dihitung dan dibuat sendiri, aplikasi akan menyajikannya secara otomatis dari data Renja yang telah dimasukkan sebelumnya.
4.      Mempercepat pekerjaan membuat RKPD dan PPA, aplikasi akan otomatis membuat RKPD dari Renja dan PPA otomatis dibuat dari RKPD.

III.      LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan Implementasi Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah adalah  :
A.      Melaksanakan Implementasi SIPPD dengan Jaringan informasi dan komunikasi berbasis LAN (Local Area Networking) dan Web Base melalui Internet yang mampu memenuhi kebutuhan :
1.    Sistem Perencanaan Pembangunan Kota Singkawang yang sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap berbagai perubahan dengan uraian sebagai berikut :
·        Pedoman produk hukum yang digunakan dalam penyusunan software sistem perencanaan pembangunan adalah Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dengan alur pikir sebagai  berikut ;

Sehingga perencanaan pembangunan dan pelaksanaan program/kegiatan yang disusun oleh setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang memiliki tahapan perencanaan program/kegiatan yang sistematis serta memiliki arah dan alur pencapaian pembangunan yang jelas.

·        Perencanaan pembangunan yang disusun per SKPD termasuk BAPPEDA merupakan suatu perencanaan yang berbasis rencana kerja (working plan oriented) program/kegiatan dengan asumsi bahwa setiap rencana kerja program/kegiatan dari SKPD harus memuat informasi mengenai :
ü  input yang meliputi informasi dana, jumlah aparatur yang terlibat dan fasilitas yang dimiliki SKPD;
ü  proses yang memuat informasi mengenai waktu pelaksanaan program/kegiatan SKPD
ü  output yang memuat informasi mengenai hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program/kegiatan SKPD
ü  outcome yang memberikan informasi mengenai dampak yang akan diperoleh apabila program/kegiatan yang direncanakan telah terlaksana
Hal ini dimaksudkan agar perencanaan program/kegiatan per SKPD bersifat transparan, objektif dan akurat.

2.    Penyediaan dan pemutakhiran basis data (database) untuk kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan dengan mengacu kepada format tabel dan tampilan data yang ada pada Panduan Pemahaman dan Pengisian Data Dasar Perencanaan Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan BAPPENAS pada tahun 2004. Pekerjaan ini dimaksudkan agar tujuan penyusunan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan akuntabel dapat tercapai sekaligus memudahkan pencapaian efisiensi dan efektifitas kinerja aparatur yang ada di BAPPEDA Kota Singkawang.

B.      Penerapan aplikasi perangkat lunak (software) seperti yang tertera pada point sebelumnya;
C.      Pelatihan penggunaan perangkat lunak yang telah dibangunkepada sumberdaya aparatur BAPPEDA Kota Singkawang;
D.     Menyediakan media informasi atraktif mengenai produk perencanaan pembangunan dan potensi Kota Singkawang.

IV.      PERSONIL
Personil pokok yang terlibat dalam Implementasi SIPPD merupakan aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Singkawang khususnya BAPPEDA Kota Singkawang yang terdiri dari :
1.         Tenaga Koordinator sebanyak 2 Orang
2.         Tenaga Administrator sebanyak 2 Orang
3.         Tenaga Operator sebanyak 7 Orang  (termasuk 2 Orang dari PDE Sekretariat)
Narasumber
Narasumber yang dibutuhkan merupakan tenaga pendampingan dari tenaga ahli pengembangan SIPPD sebanyak 2 Orang yang bertugas mendampingi personil dari Lingkungan Kota Singkawang sampai Implementasi SIPPD dapat berjalan sepenuhnya.

V.        KELUARAN (OUTPUT)
Keluaran dari Implementasi SIPPD akan berupa Dokumen-dokumen perencanaan pembangunan secara sistematis sebagai bahan Pertimbangan dalam menyusun perencanaan pembangunan Kota Singkawang secara komprehensif sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) seperti antara lain :
1.      Dokumen RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)
2.      Dokumen RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah)
3.      Dokumen Renstra SKPD (Rencana Strategis SKPD)
4.      Dokumen Renja SKPD (Rencana Kerja SKPD)
5.      Dokumen KUA-PPA (Kebijakan Umum APBD – Prioritas dan Plafon Anggaran)
Semua Output ini merupakan Keluaran SIPPD berupa Database Perencanaan Pembangunan.

VI.      TAHAP IMPLEMENTASI
SIPPD merupakan Sistem yang telah ada serta melalui proses analisa dan di rancang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, khususnya amanat  Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dengan demikian yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengimplementasikan SIPPD tersebut dengan beberapa Tahapan seperti :
1.      Tahapan Persiapan Personil BAPPEDA sebagai administrator Sistem Perencanaan dengan melalui Pelatihan sehingga  proses percepatan transformasi knowledge dari pihak ketiga ke Tim Implementasi SIPPD dapat terlaksana sesuai harapan.
2.      Tahapan Pengetesan Sistem yaitu untuk mengkaji rangkaian system, baik software maupun hardware dalam bentuk Sistem Informasi Terpusat (integrated information system) serta Untuk melakukan UJICOBA mengenai perangkat lunak sistem (software) maupun perangkat keras (hardware) sebagai sarana pengolah data dan sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.
3.      Tahapan Pelaksanaan yaitu penggunaan SIPPD dalam pelaksanaanperencanaan pembangunan Kota Singkawang sehingga Keluaran (Output) berupa dokumen-dokumen perencanaan sudah terintegrasi melalui database SIPPD.
4.      Tahapan Review Implementasi SIPPD yaitu tahapan dalam mereview sejauh mana Sistem ini dapat mengakomodir Keluaran sesuai dengan yang diharapkan.



Sabtu, 18 Februari 2017

[10] A New Chapter

Halo semuanya, sekedar informasi singkat bahwa mulai post ke 11 kita akan membahas Manajemen Perancangan Perangkat Lunak

Minggu, 04 Desember 2016

[8] Observer di Design Pattern (Contoh Studi kasus Observer dari Sourcemaking.com)

Kesempatan kali ini saya akan mencoba menerapkan contoh observer di design pattern dari sourcemaking.com

Tapi akan lebih afdol apabila kita lebih tau tentang pengertian observer di design pattern terlebih dahulu

The observer pattern is a software design pattern in which an object, called the subject, maintains a list of its dependents, called observers, and notifies them automatically of any state changes, usually by calling one of their methods.(Wikipedia.com)


  
UML class diagram dari Observer

 Contoh penerapan dari observer sendiri mirip seperti pelelangan, dimana yang melelang seperti class subject sedangkan yang mengikuti lelang tersebut seperti concrete observer a, b, ..., dst.


 Kalau masih bingung dengan contoh diatas mari kita lihat contoh dari sourcemaking.com berikut

Program berbahasa java ini akan menjelaskan mengenai cara kerja observer.

Di program ini yang menjadi subject adalah SensorSystem, sedangkan Lighting, Gates dan Surveillance merupakan Concrete Observer A, B, dan C. Kemudian yang menotifikasi subject adalah Alarm Listener

Pada contoh ini saya akan memakai IDE java yaitu BlueJ



Source codenya seperti ini (diambil dari sourcemaking)
interface AlarmListener { public void alarm(); }

class SensorSystem {
   private java.util.Vector listeners = new java.util.Vector();

   public void register( AlarmListener al ) { listeners.addElement( al ); }
   public void soundTheAlarm() {
      for (java.util.Enumeration e=listeners.elements(); e.hasMoreElements(); )
         ((AlarmListener)e.nextElement()).alarm();
}  }

class Lighting implements AlarmListener {
   public void alarm() { System.out.println( "lights up" ); }
}

class Gates implements AlarmListener {
   public void alarm() { System.out.println( "gates close" ); }
}

class CheckList {
   public void byTheNumbers() {  // Template Method design pattern
      localize();
      isolate();
      identify(); }
   protected void localize() {
      System.out.println( "   establish a perimeter" ); }
   protected void isolate()  {
      System.out.println( "   isolate the grid" ); }
   protected void identify() {
      System.out.println( "   identify the source" ); }
}
                   // class inheri.  // type inheritance
class Surveillance extends CheckList implements AlarmListener {
   public void alarm() {
      System.out.println( "Surveillance - by the numbers:" );
      byTheNumbers(); }
   protected void isolate() { System.out.println( "   train the cameras" ); }
}

public class ClassVersusInterface {
   public static void main( String[] args ) {
      SensorSystem ss = new SensorSystem();
      ss.register( new Gates()        );
      ss.register( new Lighting()     );
      ss.register( new Surveillance() );
      ss.soundTheAlarm();
}  }
Mungkin kira-kira sampai segini dulu coba2 kita. sampai ketemu di coba2yang lainnya














Minggu, 20 November 2016

{9} Analisis PIECES

Hai-hai, selamat datang kembali di blog saya, melanjutkan analisis yang ada di part 7.1 (http://adenuar-purnomo.blogspot.co.id/2016/11/71revisi-rsud-dr-soetomo-part-2-contoh.html) kali ini kita akan membahas analisis PIECES.

Apa itu analisis PIECES???
Kalian bisa membuka http://fajarbaskoro.blogspot.co.id/2016/11/apsi-9-teknik-analisis-sistem.html agar lebih memahami apa itu analisis PIECES

DISCLAIMER: postingan ini bukanlah sistem informasi yang sebenarnya dipakai di RSUD Dr. Soetomo(kalau ada yang kebetulan sama, ya sudahlah), melainkan hanyalah analisis saya terhadap klasifikasi sistem informasi dan juga teknologi informasi yang digunakan berdasarkan struktur organisasi RSUD Dr. Soetomo dan juga analisis PIECES nya


Sistem informasi yang akan kita bahas hanyalah salah 1 dari banyak sistem yang ada di part 7.1. yaitu tentang sistem informasi keuangan. Sistem yang terhubung dengan SI pegawai dan SI perencanaan program tersebut perlu dibuat dengan asumsi yang sudah ada merupakan sistem informasi kuno.

A. Analisis Performance/ Kinerja

Keterlambatan di dalam melakukan proses pembayaran gaji pegawai

B. Analisis Informasi

  • Data hutang piutang yang berlebihan/ redudancy.
  • Dapat terjadi error di data hutang piutang tersebut yang berupa error pencatatan hutang piutang

C. Analisis EKONOMI

Cost yang dibutuhkan untuk sistem informasi yang lama lebih tinggi karena membutuhkan buku untuk pencatatan(tentunya harus membeli buku terlebih dahulu)

D. Analisis SECURITY / Keamanan

Tidak adanya back up
Angka inputan dapat diganti


E. ANALISIS EFISIENSI

Efisiensi tempat kurang karena harus mengalokasikan tempat untuk buku


F. ANALISIS PELAYANAN (SERVICE)

  1. Akurasi dalam pengolahan data kurang karena faktor kesalahan hitung 
  2. Dalam situasi terdesak tidak bisa digunakan apabila tidak ada akuntan disana
 

Rabu, 16 November 2016

[7.1]{Revisi} RSUD Dr. Soetomo Part 2 (contoh studi kasus analsis sistem informasi)

hai semuanya dan selamat datang kembali di blog saya. pada kesempatan ini saya akan melanjutkan pembahasan saya tentang RSUD Dr. Soetomo( part 1 bisa dilihat disini http://adenuar-purnomo.blogspot.co.id/2016/10/5-rsud-dr-soetomo.html).

sebelum membahasnya saya akan menyampaikan sebuah disclaimer.

DISCLAIMER: postingan ini bukanlah sistem informasi yang sebenarnya dipakai di RSUD Dr. Soetomo(kalau ada yang kebetulan sama, ya sudahlah), melainkan hanyalah analisis saya terhadap klasifikasi sistem informasi dan juga teknologi informasi yang digunakan berdasarkan struktur organisasi RSUD Dr. Soetomo

 Berdasarkan struktur organisasi di atas, saya dapat menganalisis beberapa sistem informasi yang diperlukan / yang sudah ada di RSUD Dr. Soetomo. Berikut hasil analisis saya:

1.    Bidang kepegawaian
2.    Bidang perencanaan program
3.    Bidang TU
4.    Bidang Keuangan
5.    Bidang pelayanan medik dan keperawatan
6.    Bidang pemasaran dan rekam medik
7.    Bidang penelitian dan pengembangan


Ilustrasi sistem informasi rumah sakit

Ada 7 bidang yang membutuhkan sistem informasi dan modul-modul nya(sejauh analisis saya). mari kita bahas 1 per 1 :

          Bidang kepegawaian

Di bidang kepegawaian tentunya kita membutuhkan sistem informasi pegawai dimana sistem informasi ini mengelola pegawai yang ada yaitu informasi pegawai dan struktur kepegawaian termasuk absensi pegawai dan mungkin juga gaji pegawai.
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul Personalia

          Bidang perencanaan program

Program-program yang ada di RSUD Dr. Soetomo tentunya dapat dibuatkan sebuah sistem informasi khusus dalam hal perencanaannya, karena tentunya dalam sebuah perencanaan terdapat anggaran negara yang mungkin saja menjadi anggaran siluman apabila tidak ada sistem informasi khusus yang menjaga anggaran tersebut. sistem ini dapat dibuat menyerupai sistem e-budgeting milik pemerintah provinsi DKI Jakarta.

          Bidang TU

perlengkapan dan juga asset dari sebuah rumah sakit tentunya banyak, begitu juga dengan obat yang ada, sehingga menurut saya perlu sebuah sistem informasi khusus yang mengatur ketiga hal tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan antara data yang ada dan keadaan riil nya.
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul Pengendalian Stok
·        Modul Gudang Obat
·        Modul Floor Stock
·        Modul Produksi Obat
·        Modul Apotek (multi apotek)
·        Modul Laboratorium
·        Modul Radiologi
·        Modul Bank Darah
·        Modul Fisioterapi
·        Modul Rehab Medis
·        Modul Kamar Jenazah
·        Modul Manajemen Dapur
·        Modul Gizi

          Bidang Keuangan

Sudah cukup jelas bahwa keuangan membutuhkan sistem informasi yang dapat terintegrasi dengan SI pegawai dan SI perencanaan program. Diluar itu bidang keuangan juga memerlukan sistem informasi tersebut untuk mengecek arus dana baik dana keluar maupun dana masuk.
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul Hutang
·        Modul Piutang
·        Modul Kas-Bank
·        Modul Budgeting
·        Modul Akutansi
·        Modul Penggajian / Payroll

          Bidang pelayanan medik dan keperawatan

Pasien datang dan masih harus menuju bagian registrasi untuk mendaftar, saya rasa hal ini umum terjadi di rumah sakit manapun. dan saya rasa hal ini membutuhkan perubahan berupa sistem informasi registrasi pasien, Mungkin nanti pasien hanya perlu registrasi di sebuah web based aplication yang terintegrasi dengan sistem informasi ini, sehingga ketika pasien datang dia hanya perlu mengambil nomor antrian dan duduk mengantri dengan tenang.
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul Loket/Registrasi Pasien
·        Modul Pelayanan Rawat Jalan
·        Modul Pelayanan Rawat Inap
·        Modul UGD
·        Modul IRD
·        Modul Kamar Operasi
·        Modul Persalinan
·        Modul Paviliun
·        Modul Modul Rawat Intensive (ICU/NICU/PICU)
·        Modul Instalasi Hemodelisia

          Bidang pemasaran dan rekam medik

Sistem informasi registrasi diatas, harus diintegrasi kan dengan rekam medik pasien, jadi dokter nantinya hanya perlu login di SI tersebut, dan mencari nama pasien, dan didapatlah rekam medik sang pasien. disini dokter juga dapat mengisi rekam medik terbaru pasiennya, sehingga kita tidak dapat menghemat penggunaan kertas (sebagai media rekam medik yang selama ini sudah ada)
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul Medical Check Up
·        Modul Rekam Medik
          Bidang penelitian dan pengembangan

di bidang ini, sistem informasi yang digunakan bertujuan untuk mendata dan memberikan pengetahuan tentang penelitian dan pengembangan di bidang medis yang sudah dilakukan oleh dokter di RSUD Dr. Soetomo
Modul yang dibutuhkan:
·        Modul RSU Pendidikan

Semua bidang yang ada membutuhkan sebuah server untuk menghubungkannya.
Sementara pada masing-masing bidang membutuhkan:

Bidang kepegawaian
Sistem ini dapat dibuat dengan hardware pc/laptop dan mesin absensi sidik jari. 
Bidang perencanaan program
Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.
Bidang TU
Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.
Bidang Keuangan
Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.
Bidang pelayanan medik dan keperawatan
Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.
Bidang pemasaran dan rekam medik
Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.
Bidang penelitian dan pengembangan

Pembuatan sistem ini dapat menggunakan hardware pc/laptop.